Archive for May, 2007

woi bangun…

Friday, May 25th, 2007

Woi bangun…banguuunn

masih ada matahari diluar sana, masih ada banyak kerjaan menunggu, masih ada impian yang harus dijemput, masih ada harapan untuk esok….

HHHAAAAAHHHH….rese lo. gw baru tidur 5 menit neh, begadang abis deadline… ngoceh kayak orang mabok lo sono gw mao tidur…sialan, nggak boleh aja liat orang seneng dikit…zz..zzz.zzzz

ups..!!

bagaimana?

Tuesday, May 15th, 2007

sudah kau sampaikan?

sudah…

lalu  bagaimana hasilnya?

hasilnya aku pulang kena tilang

bukan itu maksudku, bagaimana hasil yang kau sampaikan?

sudahlah biarkan aku istirahat dulu melemaskan otot, meredakan emosi, jantung ini masih berdegub seperti kereta api, tak ada habisnya dia lewat

ah kau, apa susahnya menyebutkan hasil. berhasil atau tidak. selesai

masalahnya tidak sesederhana itu. tidak seperti orang suit menag atau kalah. lagipula apa untungnya kalau aku berhasil atau sebaliknya.

merajuk? atau kau masih berharap datang keajaiban seperti Musa membelah laut?

suka kaulah. yang pasti tidak ada keajaiban. yang ada cuma kehendak Allah. cuma itu. dan aku  bukan Tuhan. aku cuma manusia.

hei menyalahkan Tuhan rupanya

manalah aku berani. menuduh makkupun aku tak berani apalagi Tuhan. aku cuma tidak mengerti mengapa manusia diberi akal, nafsu, perasaan. sedangkan  segala sesuatu tidak ada yang luput dari kehendak-Nya, tidak lepas dari sifatnya yang maha tahu.

tapi bukankah ada hal yang bisa manusia rubah dengan kemauan, kerja keras dan akalnya? apa kau tidak percaya qadha dan qodar?

itulah. aku beriman atas itu. tapi menurutku, satu saja sifat Tuhan yang bisa ditandingi oleh akal manusia maka tidak pantaslah dia jadi Tuhan. Allah yang aku yakini adalah Tuhanku pasti sudah mengetahui apa yang sudah, sedang dan akan terjadi. titik…

lalu untuk apa manusia diciptakan?

mana kutahu. malaikatpun dimarahi ketika bertanya itu..

eh kenapa kita bicara yang melenceng begini, padahal aku cuma bertanya bagaimana hasilnya?

sudah kubilang tidak sesederhana itu. belum ada hasil. karena ini belum selesai, aku belum mati berarti masih akan ada cerita. sudahlah aku capek ingin tidur…

ah kau susah kali bilang berhasil atau tidak. suka kaulah..

cuman segitu?

Tuesday, May 8th, 2007

…sama saja  kayak kita beli baju. kalau suka n cocok kita beli, kalau nggak, ya  nggak dibeli…

kata-kata itu keluar dari seorang pemain extravaganza yang nanti akan menggelar kampus extravaganza. disitu si anggota ini akan memilih bibit-bibit muda sebagai anggota extravaganza yang baru.

sayang, selama ini si anggota extravaganza ini hanya menganggap dirinya  baju atau tepatnya barang dagangan yang dipajang di etalase toko. ketika ia sudah dibeli dan dipakai oleh pemiliknya, seolah  ia ingin menunjukkan akulah baju yang paling bagus sehingga aku yang laku dibeli orang.

menurut gw seharusnya lo nggak menganggap diri lo sekedar barang. lo seniman, goblok. siapa yang menghargai lo kalau bukan diri lo sendiri. apakah kreatifitas lo selesai bila dibayar oleh transtv?

tadinya gw senang extravaganza akan mencari pemain baru dan membuktikan acara tersebut selalu eksis. tapi gw baru sadar, lo ternyata bukan seorang seniman melainkan barang  dagangan. lo ga lebih dari sekedar uang. omongan lo tentang kesenangan menghibur sama dengan dongeng penguasa negeri.

gw  kasihan dengan mereka yang jadi adik baru lo nantinya…cuma jadi barang…ya  barang…

(kenapa, lo kecewa dengan pemikiran gw? lo iri karena bukan lo yang jadi artis? atau lo kesel karena ga mampu jadi artis?)

kecewa iya. gw kecewa karena seorang seniman yang bilang dirinya cuma barang dagangan.

iri iya. gw iri kenapa orang yang ga bisa ngehargain dirinya sendiri malah dielu-elukan sama orang banyak.

kesel iya. gw kesel karena harus tahu lo sampah.

PUAS lO, BANGKE…!!!