cuman segitu?

…sama saja  kayak kita beli baju. kalau suka n cocok kita beli, kalau nggak, ya  nggak dibeli…

kata-kata itu keluar dari seorang pemain extravaganza yang nanti akan menggelar kampus extravaganza. disitu si anggota ini akan memilih bibit-bibit muda sebagai anggota extravaganza yang baru.

sayang, selama ini si anggota extravaganza ini hanya menganggap dirinya  baju atau tepatnya barang dagangan yang dipajang di etalase toko. ketika ia sudah dibeli dan dipakai oleh pemiliknya, seolah  ia ingin menunjukkan akulah baju yang paling bagus sehingga aku yang laku dibeli orang.

menurut gw seharusnya lo nggak menganggap diri lo sekedar barang. lo seniman, goblok. siapa yang menghargai lo kalau bukan diri lo sendiri. apakah kreatifitas lo selesai bila dibayar oleh transtv?

tadinya gw senang extravaganza akan mencari pemain baru dan membuktikan acara tersebut selalu eksis. tapi gw baru sadar, lo ternyata bukan seorang seniman melainkan barang  dagangan. lo ga lebih dari sekedar uang. omongan lo tentang kesenangan menghibur sama dengan dongeng penguasa negeri.

gw  kasihan dengan mereka yang jadi adik baru lo nantinya…cuma jadi barang…ya  barang…

(kenapa, lo kecewa dengan pemikiran gw? lo iri karena bukan lo yang jadi artis? atau lo kesel karena ga mampu jadi artis?)

kecewa iya. gw kecewa karena seorang seniman yang bilang dirinya cuma barang dagangan.

iri iya. gw iri kenapa orang yang ga bisa ngehargain dirinya sendiri malah dielu-elukan sama orang banyak.

kesel iya. gw kesel karena harus tahu lo sampah.

PUAS lO, BANGKE…!!!

Leave a Reply