Archive for May, 2008

Sms Santet, Isu Jelang Pemilu

Thursday, May 15th, 2008

Kalau ada telepon yang nomornya berwarna
merah jangan di angkat karena bisa menelan jiwa, hari ini sudah di
siarkan di berita, terjadi di jakarta dan duri, dan sudah terbukti,
sekarang masih diusut oleh pihak kepolisian, dugaan sementara adalah
kasus pembunuhan jarak jauh melalui telepon genggam oleh dukun ilmu
hitam / si penelpon adalah Roh Gentayangan yg mencari mangsa, harap
di mengerti dan kirim ke teman atau sodara semua, harap saling
membantu sesama umat manusia

Hal itu merupakan isi sms yang beberapa minggu ini gencar beredar.
Masyarakat menyebutnya sms santet. Di beberapa wilayah ada yang
mengaku menerima dan terkena santet melalui sms. Umumnya setelah
membaca sms yang diyakininya santet, dirinya langsung merasa lemas
hingga jatuh pingsan. Daerah yang pertama ribut masalah sms santet
adalah Sumatera. Beberapa orang yang mendapat sms semacam itu mengaku
dikirimi teman atau kerabatnya yang berada di Sumatera. Semakin hari
isu yang berkembang semakin liar. Sebenarnya apa yang terjadi?

Santet atau ilmu hitam lainnya memang tumbuh subur di Indonesia.
Santet digunakan untuk melukai bahkan menghabisi musuh dari jarak
jauh. Santet memang bisa dilakukan melalui banyak media tentunya
dengan mantra khusus. Mulai dari boneka hingga air. Apakah sms santet
sama seperti santet tersebut?

Kata-kata yang tertulis dalam sms santet hanyalah sebuah peringatan
agar berhati-hati bila mendapat telepon atau sms bernomor merah atau
dari nomor 0866 dan 0666 karena, nomor tersebut diyakini memiliki
kekuatan santet yang bisa melumpuhkan orang yang menerimanya. Tetapi
bila kita runut, hingga saat ini belum ada satu orang pun yang
menjadi korban atau pernah mendapat panggilan dari bernomor merah
atau 0866 dan 0666. Setiap orang yang cerita hanya berkata saya tahu
dari si A. Dan jika kita tanya si A, maka jawabannya pun sama, saya
tahu dari si B. Begitu seterusnya.

Santernya
isu

sms santet saat ini ditengarai sebagai upaya mengganggu keamanan
menjelang Pemilu 2009. Seorang pengamat intelijen AC Manullang
mengatakan hal itu sengaja dihembuskan oleh kelompok yang
terorganisir demi kepentingan kelompoknya. Isu sms santet
dimanfaatkan karena tipikal masyarakat Indonesia yang senang dan
sangat percaya dengan hal-hal yang berbau mistis. Tujuan akhirnya
adalah kacaunya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebenarnya, hampir setiap menjelang pemilu muncul isu-isu berbau
mistis. Pada pemilu 2004 lalu, masyarakat sempat dihebohkan dengan
adanya isu Kolor Ijo, sosok menyeramkan yang hanya mengenakan kolor
berwarna hijau. Diyakini Kolor Ijo mampu masuk ke dalam rumah meski
dalam pintu dan jendelanya dalam keadaan terkunci dan sangat senang
memperkosa wanita.

Sama seperti isu sms santet, ketika ditanya dari mana mereka
mengetahui cerita tersebut, mereka hanya bisa menjawab mendengar dari
orang lain atau katanya saja. Tiga orang ibu rumahtangga asal Jakarta
yang mengaku menjadi korban Kolor Ijo, ternyata diketahui memberikan
keterangan palsu. Setelah diperiksa secara intensif oleh Polisi,
mereka terbukti mengarang cerita agar menjadi pusat perhatian. Karena
terbukti melanggar pasal 220 KUHP, yaitu memberikan keterangan palsu
mereka mendapat ancaman hukuman penjara 1 tahun 4 bulan. Isu Kolor
Ijo mereda. Namun, masyarakat yang sensitif dengan isu-isu mistis,
kembali percaya dengan isu Kolor Ijo. Seorang pemuda tidak waras
tewas teraniaya karena dituduh sebagai Kolor Ijo.

Menjelang
pemilu tahun
1982 juga terjadi isu
serupa. Isu yang santer berkembang saat itu adalah hantu cekik.
Beberapa warga mengaku melihat dan menjadi korban hantu cekik. Akibat
perbuatan hantu cekik, korban menderita luka cakar di lehernya. Isu
hantu cekik bermula dari kematian empat warga di Desa Rejosari,
Demak. Keempat warga itu meninggal secara berturut-turut. Konon
kabarnya, leher keempat warga tersebut terdapat tanda hitam seperti
bekas cekikan. Entah siapa yang menyulut, setelah kejadian tersebut
muncul isu hantu cekik mencari mangsa secara liar. Hantu cekik mampu
merubah wujudnya menjadi apa saja. Kadang menampakkan diri sebagai
lelaki, wanita hingga muncul sebagai bola api. Isu tersebut menyebar
dengan cepat dari desa ke desa dan dalam waktu singkat langsung
merambah warga Semarang.

Isu
semacam itu selalu melanda masarakat lapisan bawah. Dengan begitu,
kondisi sosial jadi bergejolak. Permasalahan-permasalahan yang
seharusnya membutuhkan perhatian khusus menjadi buyar akibat pecahnya
konsentrasi. Oleh karena itu
Polri
melalui  Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira
mengimbau masyarakat publik tidak menggubris isu sms santet tersebut.
“Kabar itu hanyalah kabar bohong,” ujar  Abubakar. Abubakar juga
meminta masyarakat tidak mudah terpancing isu-isu yang mudah
menimbulkan gejolak. Selain mengimbau masyarakat, Polri bekerjasama
dengan instansi terkait terus menyelidiki dan mengembangkan kasus
ini.

Upaya yang sama juga dilakukan oleh Depkominfo. Untuk mengungkap
siapa sosok pengirim sms santet Depkominfo bekerjasama dengan
operator seluler untuk melacak siapa dan darimana pengirim sms
pertama kali. Hasilnya, tersangka pengirim awal sms tersebut
terdeteksi. Menurut Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S
Dewabroto pelaku berasal dari Riau.

Teror Sms Radiasi Infra Merah

Bersamaan dengan merebaknya isu sms santet, ada lagi teror sms yang
cukup meresahkan masyarakat. Yaitu sms infra merah. Kira-kira Begini
bunyinya sms tersebut.

 Pemberitahuan
penting, besok pagi dari jam 9 sampe 1 siang hp jangan di aktifkan
karena ada radiasi infra merah tingkat tinggi, biasanya Memakai no
0866
.
Ini resmi pemberitahuan WHO (BDN KESEHATAN DUNIA) jadi bukan santet
seperti yang banyak diberitakan di TV yang bisa membuat tewas atau
kerusakan syaraf, tolong sebarkan ke semua
.

Bagi orang yang tidak mengetahui tentang dunia telekomunikasi, sms
tersebut sangat meyakinkan. Namun, jika benar-benar diperhatikan, sms
tersebut merupakan suatu kebohongan yang jelas. Frekuensi handphone
adalah 800 Mhz, 1800 Mhz, atau 1900 Mhz. Sedangkan gelombang infra
merah memiliki frekuensi 300 Ghz - 400 Thz. Ini jelas berbeda jauh.

Ponsel memang memancarkan gelombang elektromagnet sebagai media
berkomunikasi dengan pemancar operator terdekat. Dalam jumlah yang
berlebihan, radiasi ini berbahaya, namun dalam jumlah kecil radiasi
tersebut tidak berbahaya bagi manusia. Guna menghindari efek radiasi
yang berlebihan, ada batas maksimal besarnya radiasi yang
diperbolehkan untuk telepon genggam. Yaitu maksimal 1.6 W/kg - 2
W/kg. Aman bukan berarti tidak berbahaya sama sekali. Radiasi ponsel
tetap berbahaya jika digunakan terlalu lama sambil tiduran dan
menggunakan handsfree dalam waktu lama.

Jadi
dapat disimpulkan telepon genggam memang tidak memancarkan radiasi
infra merah apalagi telepon genggam yang tidak memiliki fasilitas
infra merahnya, tidak akan memancarkan infra merah. Kalaupun telepon
genggam tersebut memiliki fitur infra merah, infra merah hanya aktif
saat berhubungan dengan telepon genggam lain melalui port infra
merah.

lieur…

Thursday, May 1st, 2008

kenapa aku harus mati untuk cinta anak manusia????
banyak orang bilang cinta tidak akan pernah akur dengan logika…bila ia datang maka hilanglah logika berganti rasa…
sebuah buku menyebutkan, janganlah kau berkompromi dengan cinta menggunakan logika…karena ia tidak akan mampu…
demi cinta juliet rela menenggak habis racun…demi cinta Romawi pun berperang
cinta terkadang menghancurkan….
tapi bagiku itu bukan cinta…cinta adalah sesuatu yang indah sesuatu yang agung maka dia tidak akan menghancurkan, maka dia tidak akan menyengsarakan
ada orang (yang mengaku) bijak berkata, bila engkau tidak pernah merasakan jatuh cinta, jangalah bicara tentang cinta…cinta sudah membatasi dirinya rupanya
buatku, cinta harus sejalan dengan logika…meski ia sulit dijabarkan oleh logika
tapi logika bisa menjadi kendaraan untuk cinta….
karena ini aku tidak pernah cinta… tidak mengapa itu cinta mereka…bukan cintaku

dorr…..

Thursday, May 1st, 2008

Alhamdulillah…
kaki tidak jadi menapak…mungkin karena ia tidak akan kuat disana
beruntunglah para ibu yang khawatir akan masa depan anak-anaknya…
satu virus tanpa vaksin tidak jadi meluncur ke kehidupan
meski jutaan yang bebas berkeliaran dan terus bermutasi mewujud dajjal
aku ingin hadir, namun belum saatnya tampaknya
aku masih belum cukup kuat melawan virus
terlalu lemah memang…tapi itu yang terbaik